Surat maksimal 700 kata atau dua halaman A4, ditulis tangan menggunakan pulpen warna hitam atau biru, kemudian dipindai dan dikirim dalam format PDF.
Karya harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi, dan belum pernah menjadi juara pada kompetisi lain.
BACA JUGA : Dosen Pendidikan Biologi UNPARI Dampingi Guru SMPN Suka Raya Musi Rawas
“Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email, harisantri2026@kemenag.go.id pada 25 September sampai 2 Oktober 2026. Peserta mengirimkan data diri, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, serta pernyataan keaslian karya,” jelas Yusi.
Para pemenang Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” juga akan mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam “Malam Bhakti Santri untuk Negeri”, yang menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026. Acara tersebut akan mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.





