KORANLIPOS.COM-Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” sebagai rangkaian Hari Santri 2026.
Para santri diajak menyampaikan gagasan, harapan, dan pesan kepada Presiden Republik Indonesia melalui karya surat yang ditulis secara personal dan komunikatif.
Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengatakan sayembara ini diharapkan menjadi ruang bagi santri untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai persoalan dan masa depan bangsa.
“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” ujar Basnang Said di Jakarta, Minggu 27 September 2026.
BACA JUGA : SDN 58 Lubuk Linggau Konsisten Cetak Juara, Target Berikutnya Tingkat Nasional
Menurutnya, tradisi menulis juga merupakan bagian penting dalam kehidupan pesantren.
Karena itu, “Surat Santri untuk Presiden” tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong santri agar berani menuangkan pikiran dan aspirasinya melalui tulisan.
“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” katanya.
Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan bahwa peserta dapat memilih satu dari tiga tema yang telah ditentukan, yakni: (1) Aspirasi tentang Pendidikan, (2) Kepedulian terhadap Lingkungan, dan (3) Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat.





