Bahkan setelah itu, HA mengaku beberapa bulan kemudian HP-nya seperti dihack orang.
Sehingga ia juga sempat mengalami salah transfer uang ke orang karena banyak nomor HP kehapus.
HA menegaskan, hubungan HA dan A bukan sebagaimana yang ditudingkan.
“Dia Silaturahmi dengan Ustadz D datang ke rumah saat lebaran dan Takziyah ketika istri saya meninggal. Kalau tidak salah ingat.Jikalau ada yang berprasangka melalui chat WA yang beredar itu saya mau ajak A melakukan hal-hal yang tak baik, naudzubillah tidak ke situ sama sekali. Saya ketemu A ya paling di Masjid Agung,” terangnya lagi.
BACA JUGA: Peluang Investasi, Surga Glamping dan Wisata Pegunungan Alam Unggulan Sumsel
Setelah beredarnya tudingan HA LGBT dan sebagainya, HA berupaya mengkonfirmasi dengan A didampingi seorang ustadz.
“Saat saya tanya soal chat itu. A mengaku tak tahu. Memang A pernah menscreen shoot, tapi A tidak tahu bagaimana bisa menyebar. A tidak dengan sengaja ingin menjelekkan saya ke publik atau apa. Kami bahkan sudah maaf-maafan Sabtu malam itu, ” jelas HA.
Lantas, dengan adanya berbagai tudingan di masyarakat bahkan ada yang menyebut langsung nama lengkap HA, apakah HA akan menindaklanjuti kasus ini sampai ke ranah hukum?
“Soal tudingan -tudingan itu, biarlah. Saya legowo. Saya ambil hikmahnya saja. Bahkan saya tadi malam dinonaktifkan sebagai Ketua Masjid Agung juga saya ikhlas. Bagaimanapun jabatan Ketua Masjid itu amanah. Mungkin saya sudah membuat kecewa, belum lagi banyak desakan masyarakat terhadap Pemkot Lubuk Linggau, jadi saya tidak apa-apa dengan keputusan penonaktifan ini,” jelasnya.







