Untuk mempercepat pelayanan, Herman Deru mengusulkan agar Pertamina menggunakan selang nozzle yang lebih panjang sehingga kendaraan dapat mengisi BBM dari sisi kanan maupun kiri tanpa harus memutar posisi kendaraan.
Berdasarkan hasil peninjauan, Herman Deru menyebut titik kepadatan antrean paling krusial berada di akses keluar masuk Kota Palembang, seperti kawasan Citra Grand City (CGC), Pegayut, dan Kramasan.
Sementara itu, di kawasan Sekojo dan Lemabang, antrean terjadi karena tingginya volume kendaraan logistik yang melintas menuju Pelabuhan Boom Baru, meskipun SPBU di wilayah tersebut telah beroperasi selama 24 jam.
“Masalahnya, SPBU di pusat kota memiliki kapasitas lahan yang terbatas, sementara kendaraan yang datang didominasi kendaraan besar. Karena itu, distribusi kendaraan harus diatur agar antrean tidak terpusat di satu lokasi,” ungkap Gubernur.
Berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan Rakor bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel serta unsur kepolisian, Pemprov Sumsel menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengurai antrean Biosolar, yakni:
* Mengoptimalkan operasional SPBU penyalur Biosolar selama 24 jam.
* SPBU yang sebelumnya menghentikan pelayanan Biosolar pada malam hari diminta tetap melayani masyarakat sepanjang waktu.
Selain pengaturan operasional SPBU, Herman Deru juga menginstruksikan PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan Biosolar pada 164 SPBU yang tersebar di Sumatera Selatan, terutama di jalur logistik antar kabupaten, antar provinsi, dan antar pulau sehingga penumpukan kendaraan tidak hanya terpusat di Kota Palembang.
Menurut Herman Deru, kebutuhan Biosolar di Sumsel tidak hanya berasal dari kendaraan lokal. Sebab, saat peninjauan, masih ditemukan banyak kendaraan dari luar daerah, seperti Kalimantan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan sejumlah provinsi lainnya yang melakukan pengisian Biosolar di wilayah Sumsel. Gubernur juga meminta Pertamina melakukan penghitungan ulang kebutuhan kuota Biosolar agar distribusi tetap stabil seiring meningkatnya mobilitas kendaraan logistik dari luar daerah.





