Selain menangani kasus, DPPPAPM juga aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan dan kekerasan.
Menurut Evi, masih banyak anak yang belum memahami dampak serius dari tindakan tersebut.
“Kurangnya pemahaman anak-anak sering membuat mereka menganggap perundungan itu hal biasa. Padahal dampaknya bisa sangat besar. Karena itu kami siap diundang ke sekolah untuk memberikan edukasi agar anak-anak lebih paham dan tidak mengulanginya,” jelasnya.
Evi Maria berharap kasus yang menimpa menjadi pelajaran berharga. Ia menekankan pentingnya dukungan orang tua, sekolah, dan masyarakat agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
“Harapan kami, setelah kejadain ini menjadi anak yang lebih soleh, lebih bertanggung jawab, dan tidak lagi terjebak dalam masalah yang sama. Anak-anak harus diarahkan untuk fokus pada masa depan, bukan pada hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri,” tuturnya.





