Materi pertama mengenai pemanfaatan teknologi digital disampaikan oleh Dr. Khatibul Umam Zaid Nugroho, S.Kom., M.Pd.
Dr. Khatibul Umam Zaid Nugroho mengupas tuntas penggunaan berbagai aplikasi dan platform interaktif yang memudahkan guru dalam memvisualisasikan rumus maupun pola matematika yang kerap dianggap abstrak oleh siswa sekolah dasar.
Pada sesi kedua, Dr. Sukasno, M.Pd membawakan topik pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia edukasi.
Pembahasan difokuskan pada bagaimana para guru dapat memanfaatkan perangkat AI generatif guna menyusun rancangan pembelajaran, membuat instrumen evaluasi yang variatif, serta merancang diferensiasi belajar yang sesuai dengan tingkat pemahaman masing-masing peserta didik.
BACA JUGA : Ribuan Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNPARI 2026, ini Pesan Rektor Rudi Erwandi
Sesi penutup menghadirkan Dr. Drajat Friansah, S.Si., M.Pd. yang memaparkan materi etnomatematika.
Beliau mengajak para peserta mengaitkan konsep matematika dengan unsur kebudayaan lokal, permainan tradisional, serta arsitektur daerah.
Pendekatan ini dinilai krusial agar pembelajaran matematika terasa dekat, bermakna, dan mampu menumbuhkan apresiasi budaya pada siswa.
Sepanjang lokakarya, 26 guru tampak antusias menyimak pemaparan, berdiskusi aktif, dan mempraktikkan langsung perangkat yang diperkenalkan.





