KORANLIPOS.COM-Dampak kabut asap juga mulai dirasakan oleh masyarakat Kota Lubuk Linggau.
Bahkan bedasarkan hasil pantauan kualitas udara melalui Aplikasi Pantau Juara oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuk Linggau Indeks Udara Kota Lubuk Linggau saat ini berada pada angka 160.
Kepala DLH Kota Lubuk Linggau, Ir. H. Ardi Irawan, ST., M.Ling mengungkapkan, berdasarkan acuan nasional untuk rentang kategori ISPU 101-200 masuk dalam kategori Tidak Sehat, dimana mutu udara dapat merugikan manusia atau kelompok sensitif.
Untuk di Sumsel ia menyebut, Kota Lubuk Linggau masuk di Nomor 5.
BACA JUGA: Lebih dari Sekadar Kebersihan, Gotong Royong DLH Lubuk Linggau Bersihkan Sampah di Dua Lokasi
Ardi menjelaskan, hasil ini tidak hanya dipantau dari Aplikasi Pantau juara yang dapat diakses melalui Dashboard Linggau Smart Service.
Adapun data Aplikasi Pantau juara merupakan hasil analisis dari berbagai sumber, seperti untuk data titik panas menggunakan data utama siPongi KLHK dengan data pembanding Nasa Firms dan BMKG Inderaja, sedangakan untuk data Kualitas Udara menggunakan data utama Open-Mateo Air Quality dengan data pembanding AQICN/WAQI, dimana date bersifat realtime.
“Hasil ini sudah kami laporkan ke pimpinan, baik itu Wali Kota, Wawako dan Sekda Kota Lubuk Linggau untuk ditindaklanjuti. Serta kami juga sudah menyampaikan surat ke Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan,” ungkap Ardi.
Kepada Dinkes dan Disdik, DLH menyampaikan beberapa saran dapat mengambil langkah-langkah diantaranya, penyesuaian kegiatan sekolah.






