Ia menjelaskan, setelah pertemuan tersebut, calon jemaah akan diarahkan untuk mengurus pembuatan paspor sebagai salah satu persyaratan administrasi keberangkatan. Setelah paspor selesai diterbitkan, dokumen tersebut akan disimpan oleh Kemenhaj Musi Rawas untuk proses selanjutnya.
“Setelah paspor selesai dibuat, paspor akan diserahkan kepada kami. Dengan begitu sebagian tahapan administrasi calon jemaah sudah selesai,” katanya.
Soerya juga mengingatkan seluruh calon jemaah agar mulai menjaga kondisi kesehatan sejak dini. Menurutnya, persiapan kesehatan menjadi hal yang sangat penting mengingat sebagian besar calon jemaah merupakan lanjut usia yang telah menunggu antrean selama 13 hingga 14 tahun.
“Kami mengingatkan agar seluruh calon jemaah menjaga kesehatan. Kalau ditemukan penyakit masih ada waktu untuk berobat sebelum keberangkatan. Jangan sampai setelah menunggu belasan tahun, justru kesehatan tidak dijaga,” pesannya.
Selain kesehatan, calon jemaah juga diminta mulai mempersiapkan dana pelunasan biaya haji. Meski besaran biaya haji tahun 2027 masih menunggu keputusan resmi pemerintah bersama DPR RI, Soerya menyebut sebagian besar calon jemaah mengaku telah siap melakukan pelunasan.
“Nominal pelunasan memang masih menunggu keputusan resmi. Namun rata-rata calon jemaah yang hadir tadi menyampaikan sudah siap melunasi karena memang ingin segera berangkat ke Tanah Suci,” ungkapnya.
Pihaknya meminta jemaah yang hadir untuk menyampaikan informasi kepada tetangganya yang belum sempat datang. Nantinya seluruh calon jemaah akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp resmi sehingga penyampaian informasi berikutnya tidak lagi melalui surat, melainkan melalui grup tersebut.






