Bukan Sekadar Minta Hujan, Sholat Istisqa Momentum Taubat dan Introspeksi

oleh -8 Dilihat
Penyuluh Agama Islam KUA Lubuk Linggau Timur I sekaligus Wakil Ketua PC NU Kota Lubuk Linggau, Adi Sulistio, S.Pd.I.

KORANLIPOS.COM-Sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir menggelar Sholat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan kekeringan.

Tidak hanya masyarakat, kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar hingga pemerintah daerah.

Sholat Istisqa merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, terutama ketika terjadi kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan dan mengganggu kebutuhan masyarakat.

Penyuluh Agama Islam KUA Lubuk Linggau Timur I sekaligus Wakil Ketua PC NU Kota Lubuk Linggau, Adi Sulistio, S.Pd.I., menjelaskan bahwa Sholat Istisqa pada dasarnya merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT ketika terjadi kemarau panjang.

BACA JUGA : Pemkot Lubuk Linggau Adakan Shalat Istisqa, Wali Kota Berharap Hujan Turun dan Dijauhkan dari Bencana

“Sholat Istisqa itu sholat minta hujan kepada Allah ketika sedang kemarau panjang atau terjadi kekeringan,” jelasnya.

Menurutnya, tata cara Sholat Istisqa yang mengacu pada Madzhab Syafi’i serta berlandaskan Al-Qur’an, hadis dan ijma’ ulama.

Dijelaskannya, terdapat sejumlah syarat dalam pelaksanaan Sholat Istisqa.

Untuk syarat wajib, di antaranya beragama Islam, baligh dan berakal, serta terjadi kemarau panjang yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat, seperti sawah mengering, sumur berkurang atau mengering, maupun kebutuhan air masyarakat yang terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.