Berbekal Pengalaman di Jepang, Rusmianto Buka Kursus Bahasa Jepang di Musi Rawas

oleh -24 Dilihat
Rusmianto, S.S., saat memberikan pembelajaran kepada siswa SMA di LKP NEL.C.
Rusmianto, S.S., saat memberikan pembelajaran kepada siswa SMA di LKP NEL.C.

KORANLIPOS.COM – Berbekal pengalaman sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang serta latar belakang pendidikan Sastra Jepang, Rusmianto, S.S, warga Desa P1 Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, membuka kursus Bahasa Jepang bagi masyarakat yang ingin bekerja ke Negeri Sakura.

Kursus tersebut dibuka di kediamannya dengan nama Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) NEL.C dan memiliki izin No. 421.9/2331/DISDIK/2011 dan Akta Notaris No. 39 tanggal 17 Juli 2012.

Selain kursus Bahasa Jepang, LKP NEL.C juga menyediakan berbagai program bimbingan belajar (bimbel) bagi siswa mulai tingkat TK hingga SMA. Program yang tersedia antara lain calistung, bimbel SD semua bidang studi, serta mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi dan Bahasa Indonesia untuk tingkat SMP. Sedangkan untuk tingkat SMA tersedia bimbingan Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Untuk Bahasa Inggris, LKP NEL.C menyediakan kelas mulai Children Class, Elementary, Intermediate hingga Advance. Sementara kursus Bahasa Jepang menggunakan materi pembelajaran Minna no Nihongo tingkat 1, 2 dan 3.

Rusmianto merupakan lulusan Sastra Jepang dari STIBA Satya Widya dan telah mendapatkan sertifikasi dari UPI Bandung. Pengalamannya bekerja di Jepang menjadi salah satu bekal dalam memberikan pembelajaran Bahasa Jepang kepada calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Ia mengatakan, kursus Bahasa Jepang yang dibukanya terbuka untuk masyarakat umum, khususnya mereka yang memiliki rencana bekerja di Jepang.

“Materinya mulai dari Bab 1 sampai Bab 25. Itu dasar yang harus dikuasai, terutama kosakata dan percakapan,” katanya.


Rusmianto, S.S., saat foto bersama dengan siswa yang mengikuti pembelajaran di LPK NEL. C

Untuk program persiapan kerja ke Jepang, pembelajaran dilakukan secara bertahap selama sekitar enam bulan. Peserta akan mempelajari materi dasar Bahasa Jepang mulai Bab 1 hingga Bab 25 sebelum melanjutkan pelatihan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Rusmianto menyebutkan, pihaknya bekerja sama dengan LPK Putera Puteri Indonesia yang berbasis di Bandung dalam proses penyaluran CPMI. Setelah menyelesaikan pembelajaran dasar, peserta akan melanjutkan pelatihan di LPK selama sekitar 2,5 hingga tiga bulan.

Pada tahap tersebut, peserta juga akan mengikuti proses mensetsu atau wawancara dengan calon perusahaan pengguna. Jika berhasil lolos, peserta akan mengetahui pekerjaan yang akan dijalani, kontrak kerja hingga besaran gaji sebelum diberangkatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.