Hal senada disampaikan petani lainnya, Ratno. Ia mengaku langsung mengolah lahan sawah setelah menyelesaikan panen musim sebelumnya agar dapat segera kembali menanam padi.
“Ini panen yang terakhir, tapi langsung diolah lagi karena mau tanam lagi. Sebab, petani lainnya sudah banyak yang tanam semua,” jelasnya.
Ratno mengungkapkan, hasil panen pada musim tanam sebelumnya tergolong cukup memuaskan. Karena itu, ia berharap musim tanam kali ini juga mampu memberikan hasil yang lebih baik.
Selain mengantisipasi dampak kemarau, menurut Ratno, pola tanam yang dilakukan secara serentak juga diyakini mampu menekan serangan hama yang kerap menjadi kendala bagi petani.
“Alhamdulillah panen kemarin lumayan baik. Harapannya, hasil panen ke depan juga akan lebih maksimal lagi. Karena biasanya kalau tanamnya serentak, serangan hamanya bisa dikendalikan,” ungka[nya.
Percepatan masa tanam yang dilakukan petani di Desa E Wonokerto menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap perubahan kondisi cuaca. Dengan memanfaatkan ketersediaan air irigasi yang masih melimpah, para petani berharap tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki puncak musim kemarau, sehingga produktivitas padi tetap terjaga.





