Anak Inklusif Bukan Berarti Cacat, Guru SDN 49 Lubuk Linggau Ungkap Tantangan di Kelas

oleh -23 Dilihat
Guru inklusi SDN 49 Lubuk Linggau, Januria, S.Pd., saat mendidik siswa siswinya. Foto: Mukmin Hidayat/Linggau Pos.

KORANLIPOS.COM-Pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan siswa penyandang disabilitas.

Setiap anak yang memiliki kebutuhan belajar berbeda juga membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

Hal tersebut disampaikan guru inklusif SD Negeri 49 Kota Lubuk Linggau, Januria, S.Pd.

Saat ini, ia tengah mengikuti pelatihan daring lanjutan guru inklusi tingkat lanjut sebagai upaya meningkatkan kemampuan dalam mendampingi siswa dengan kebutuhan yang beragam.

BACA JUGA : Kemenag Ungkap Hasil Uji Kompetensi Baca Al-Qur’an Pada Guru PAI

Menurut Januria, guru inklusi memiliki peran penting dalam membantu mengidentifikasi kebutuhan setiap siswa.

Sebab, kondisi dan karakteristik setiap anak berbeda sehingga tidak bisa ditangani dengan satu metode pembelajaran yang sama.

“Anak inklusif itu kebutuhannya berbeda-beda. Jadi kita harus memahami dulu anaknya, apa kendalanya, apa yang dibutuhkan dan bagaimana karakteristiknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini masih ada anggapan bahwa siswa inklusif hanya anak yang memiliki kondisi disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.