Selain itu, ia sempat membawa tas yang berisi dokumen penting, sertifikat, laptop, serta kendaraan sebelum api membesar.
“Semua rumah memang habis terbakar, tapi berkas penting memang sudah saya simpan dalam satu tas, jadi tinggal dibawa keluar,” ungkapnya.
Surati yang berasal dari Palembang mengatakan dirinya sudah menetap di Lubuk Linggau sejak mengikuti suaminya puluhan tahun lalu.
Hingga kini keluarga tetap memilih bertahan di lokasi tersebut.
Dari keterangan para korban diketahui lahan tempat rumah mereka berdiri merupakan aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).







