Pihak sekolah sebelumnya memberikan kelonggaran untuk tidak masuk beberapa hari sekaligus menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah.
“Alhamdulillah sekarang sudah sekolah lagi. Guru juga datang memberi bantuan, jadi anak tidak terlalu lama tertinggal pelajaran,” katanya.
Korban lainnya, Trisnawati, menceritakan detik-detik sebelum api membesar.
Saat itu dirinya sedang memecahkan batu es di dalam rumah ketika mendengar suara gedoran keras dari arah rumah sebelah.
“Kami kira ada orang mau mengambil barang. Tidak lama kemudian warga berteriak ada api. Kami langsung keluar rumah,” tuturnya.







