“Kami ingin siswa tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dengan durasi 1 jam setiap hari, kami yakin anak-anak bisa konsisten dan berkembang,” jelas Ori Ersa Mayori.
Program ini mendapat sambutan hangat dari siswa maupun orang tua.
Kegiatan tahfidz setelah jam sekolah menjadi wadah positif untuk mengisi waktu luang sekaligus memperkuat nilai religius.
Dengan adanya kelas tahfidz khusus ini, Yayasan Budi Utomo semakin menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang peduli pada keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan pendidikan Qur’ani dalam kegiatan belajar sehari-hari.(Yulmi Pransiska)






