Kemudian momen wisuda ditandai dengan pengalungan gordon dan pemasangan mahkota kepada siswa siswi.
Kemudian jajaran Pimpinan SIT Mutiara Cendekia menyerahkan penghargaan untuk peserta terbaik baik dalam bidang tahfidz maupun tilawah Al-Quran.

Kepala Divisi TTQ SIT Mutiara Cendekia Lubuk Linggau Ustadz Khuzeni menyerahkan mahkota untuk ananda yang Wisuda Tahfidz Al-Quran SDIT Mutiara Cendekia, 8 Agustus 2026.
Lalu juga dilakukan penyerahaan mahkota untuk Mama Papa yang menjadi momen haru dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan SIT Mutiara Cendekia Dr. H. Umar Diharja, SP, MAP, M.Psi mengucapkan terima kasih untuk para Bunda dan Ustadz dilingkungan SIT Mutiara Cendekia yang sudah bekerja keras untuk bisa mensukseskan momen Wisuda Akbar ini. Semoga semua yang telah dicurahkan untuk kemajuan SIT Mutiara Cendekia senantiasa berbalas dengan kebaikan berlipat ganda dari Allah SWT.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Dra. Med. Vet. Hj. Retno Trapsilowati, MM (Oma Retno) terharu dengan capaian sang cucu jadi Penghafal Al-Quran.
Abi Umar juga mengucapkan selamat untuk Mama dan Papa yang telah berhasil memotivasi para ananda hingga berhasil diwisuda tahfidz maupun tilawah Al-Quran. Tahun 2026 ini ada 187 siswa SDIT dan SMPIT Mutiara Cendekia yang mengikuti Wisuda Tahfidz dan Tilawah Al-Quran. Jumlah tersebut jadi rekor terbanyak selama penyelenggaraan Program Unggulan Wisuda Tahfidz dan Tilawah Al-Quran oleh SIT Mutiara Cendekia Lubuk Linggau.

Sebanyak 187 peserta didik foto bersama usai challange sambung ayat dengan Mama Papa di Wisuda Akbar Tahfidz dan Tilawah Al-Quran SDIT & SMPIT Mutiara Cendekia, Sabtu 8 Agustus 2026.
“Untuk bisa sampai tahap wisuda ini, bukan hal mudah. Kami tahu betul bagaimana perjuangan ananda. Ada kecewa, tangis, bahkan mungkin lelah di sana. Ada ananda yang 2 kali gagal coba lagi. Ada yang sekali gagal coba lagi. Dan mereka menunjukkan kesungguhan luar biasa demi membuat bangga Mama dan Papa. Dari tahapan untuk bisa wisuda ini, kita sudah menanamkan semangat perjuangan dan motivasi pada anak untuk bisa menggapai sesuatu yang mereka inginkan,” tuturnya.

Master Ceremony Ustadz Vergien Oktariano,S.Pd dan Bunda Hazia Afrinasari, S.Pd yang turut mensukseskan Wisuda Akbar Tahfidz dan Tilawah Al-Quran SDIT & SMPIT Mutiara Cendekia, Sabtu 8 Agustus 2026.
“Semoga dengan menjadi Penghafal Al-Quran para ananda ini bisa membawa keberkahan dari Allah SWT untuk Mama Papa. Mama Papa sehat dan datang ke acara istimewa ini hari ini, Allah berikan kemudahan dalam hidup, keluasan rejeki, mungkin saja itu bagian dari keberkahan dari Allah karena Mama dan Papa selalu ikhlas mendampingi anak-anak menghafal Al-Quran dan Mama dan Papa selalu berupaya memberikan pendidikan yang terbaik untuk ananda,” terang Abi Umar.

Direktur Pendidikan SIT Mutiara Cendekia Dr. H. Umar Diharja, SP, MAP, M.Psi selalu mengajak Mama Papa mendorong putra putrinya jadi penghafal Al-Quran.
Dimomen ini, Abi Umar mengingatkan bahwa era digitalisasi, informasi dengan mudah diakses anak-anak kita. Banyak perilaku yang mudah ditiru. Dan orang tua tentu tak bisa menjauhkan interaksi anak dengan gadget dan perangkat digital lainnya dengan mudah.
Namun dengan mendampingi, memberikan keteladanan agar anak dekat dengan Al-Quran, memedomani Al-Quran dan menghafalkannya insyaAllah jadi jalan kemudahan anak-anak agar terhindar dari dampak digitalisasi yang saat ini kita cemaskan.

Momen Wisuda Tahfidz Al-Quran ditandai penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Dra. Med. Vet. Hj. Retno Trapsilowati, MM.
“Tak ada kehebatan kita sebagai orang tua selain melihat para ananda ini tumbuh sebagai penghafal Quran. Maraknya kenakalan remaja, bahkan anak muda cenderung mudah melakukan tindakan impulsif, anak-anak mengalami kerusakan struktur otak. Semoga putra putri kita dijauhkan dari semua itu. Ikhtiar terbaik yang kita lakukan untuk mencegah maupun memperbaiki struktur otak tersebut adalah mendekatkan anak-anak kita dengan Allah SWT, Islam dan Al-Quran. Jadikan anak-anak kita penghafal Al-Quran,” terangnya.

Momen Wisuda Tahfidz Al-Quran ditandai penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Dra. Med. Vet. Hj. Retno Trapsilowati, MM.
“Kenapa masih banyak prestasi yang bisa diraih para ananda baik di TKIT, SDIT maupun SMPIT Mutiara Cendekia? Karena anak-anak dikuatkan keistiqomahannya untuk selalu menghafal Al-Quran. Dampaknya, saat mereka ikut kompetisi, mereka punya fokus yang maksimal, sehingga bisa tampil hebat dan berprestasi. Kami sadar, jika hanya mengandalkan kecerdasan kognitifnya saja, bagaimana kami bisa menghalangi anak-anak dari main gadget. Sementara ketika anak didekatkan dengan Al-Quran, Allah akan membantu anak untuk tumbuh dan berkembang jadi pribadi soleh-soleha. Maka, hari ini Mama Papa adalah orang-orang beruntung, karena memiliki anak soleh soleha, para penghafal qur’an selalu dekat dengan Allah SWT dan insyaAllah memberikan keberkahan buat mama dan papa. Hari ini kita sehat, hari ini Allah beri banyak rejeki. Belum tentu karena usaha kita. Jangan-jangan itu adalah kemudahan yang Allah berikan karena Mama dan Papa telah memberikan pendidikan yang terbaik untuk para ananda, salah satunya mendorong mereka dekat dengan Al-Quran,” imbuhnya.

Momen Wisuda Tahfidz Al-Quran ditandai penyerahan piagam penghargaan oleh Bendahara Umum Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa drh. Hj. Adila Widyaratih, M.Si.
Kepala Divisi Tahsin dan Tahfidz Al-Quran (TTQ) SIT Mutiara Cendekia Lubuk Linggau Ustadz Khuzeni menjelaskan, ada beberapa tahapan yang dilalui siswa SDIT dan SMPIT Mutiara Cendekia sebelum mengikuti Wisuda Tahfidz.
Mulai dari mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar TTQ 4 kali pertemuan dalam sepekan, menghafalkan setiap ayat lalu menyetorkan hafalannya kepada pembimbing sesuai target hafalan harian, mingguan dan bulanan.

Dr. H. Umar Diharja, SP, MAP, M.Psi dan Hj. Isnaeni Machrawinayu, S.Pt, M.Si mendampingi Pembina Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Ir. H. A. Firdaus Azis, MM foto bersama Peserta Munaqosyah Terbaik SDIT Mutiara Cendekia Thalita Rifdania Dhawiy.
Setelah selesai menyetorkan hafalan 1 juz, pembimbing melatih kembali (karantina) sebelum didaftarkan ujian kepada koordinator TTQ, koordinator menjadwalkan ujian yang harus dihadiri oleh orangtua.
Setelah ujian dan hasilnya dinyatakan lulus maka layak mengikuti wisuda.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Dra. Med. Vet. Hj. Retno Trapsilowati, MM didampingi Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Dandi Hartansyah, SE, MM foto bersama Peraih Predikat Hafalan Terbaik Bintang Nara Al Fajri.–
Selain itu, sebelum mengikuti Wisuda Tilawah Al-Qur’an ternyata juga ada tahapan yang dilalui siswa SDIT & SMPIT Mutiara Cendekia.
Mulai dari proses KBM TTQ 4 Kali pertemuan dalam satu pekan pembinaan Tahsin/Tilawah Metode Wafa, mulai dari Level 1 s.d Level 5, dilanjutkan ke Level 6 Bacaan Ghorib Teori dan contoh Bacaan Ayatnya, praktek keterampilan membaca Al-Qur’an juz 1&3, dilanjutkan ke Level 7 Teori Tajwid dan contohnya diperaktekkan dengan membaca Al-Qur’an Juz 3&4 sampai terampil.

Momen haru dalam Wisuda Akbar Tahfidz dan Tilawah Al-Quran SDIT Mutiara Cendekia & SMPIT Mutiara Cendekia berlangsung Sabtu 8 Agustus 2026.
Setelah selesai tahapan level 7 dan bacaan Al-Qur’an juz 4 peserta didik mengikuti karantina pramunaqosyah bersama koordinator TTQ. Setelah hasil pramunaqosyah dinyatakan lulus standar nilai ujian peserta didik didaftarkan ke Wafa Pusat untuk mengikuti Munaqosyah. Peserta didik diuji oleh Team Munaqis Wafa Pusat sampai dinyatakan lulus dan diterbitkan Surat Keputusan lulus serta Sertifikat Tilawah Al-Quran Metode Wafa dengan Kategori minimal Maqbul.
Menurut Ustadz Khuzeni, yang mengikuti ujian seleksi tilawah dan tahfizh awalnya lebih dari dari 200 orang, tetapi yang berhasil lulus untuk diwisudakan berjumlah 187 orang. Dan untuk siswa siswi yang belum lulus tetap mendapatkan pembinaan untuk mengikuti ujian ulang pada tahap ujian selanjutnya

Momen haru dalam Wisuda Akbar Tahfidz dan Tilawah Al-Quran SDIT Mutiara Cendekia & SMPIT Mutiara Cendekia berlangsung Sabtu 8 Agustus 2026.
Di akhir wawancara Ustadz Khuzeni memberikan pesan khusus untuk siswa siswi yang tengah mempersiapkan diri untuk bisa mengikuti Wisuda Tahfidz dan Tilawah Al-Quran.
” Belajar membaca dan menghafal Al-Quran prosesnya tidak mudah, maka harus diniatkan lillah karena Allah, terus berusaha meski lelah mengulang-ulang bacaan setiap ayat agar benar sesuai tajwidnya lalu hafal. Mengeluh boleh menangis boleh saat proses menghafal menyerah jangan karena Allah telah menjanjikan dalam Al-Qur’an Surah Al-qomar ayat 17, 22, 32 dan 40) yang artinya: Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Ulama tafsir menjelaskan Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT membuat Al-Qur’an mudah dibaca, dihafal, dan dipahami maknanya untuk menjadi nasihat, namun tantangannya adalah siapa yang mau merenungkan dan mengamalkannya. Yakinlah setiap huruf yang dibaca setiap ayat yang dihafalkan bernilai pahala menjadi cahaya penerang perjalanan hidup kita. Maka jangan mudah menyerah meski lelah, jangan berputus asa dan terus berdoa agar Allah memudahkan lisan kita dalam melafalkan dan menghafalkan ayat-ayatnya,” tuturnya.






