“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan perempuan khususnya kader PKK dan pelaku UMKM, agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Dengan demikian keluarga akan semakin mandiri secara ekonomi sekaligus melestarikan lingkungan,” jelasnya.
Liliyani juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, mulai dari pengenalan bahan, teknik pembuatan, hingga pengembangan produk.
“Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti di sini, tetapi dapat disebarluaskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya semakin luas,” pesannya.
Founder Gambo Ecoprint Eva Herawati Gourmelen menjelaskan, ecoprint memiliki nilai lebih karena setiap helai daun menghasilkan motif yang berbeda dan tidak bisa diduplikasi.
“Ecoprint ini unik karena 100 persen alami. Tidak ada dua motif yang sama. Ini bisa jadi identitas produk khas daerah dan memiliki nilai jual tinggi di pasar fashion maupun dekorasi. Kedepannya juga akan kita tampil pada event-event seperti pameran fashion dan lainya,” ungkap Eva.






