Selain itu, demam tifoid juga lebih banyak terjadi pada lingkungan yang kurang higienis.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri merekomendasikan vaksin tifoid untuk diberikan pada anak usia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun hingga anak berusia 18 tahun.
Selain anak-anak, vaksin tifoid juga diperuntukkan bagi orang dewasa yang berisiko terserang tifus, seperti orang yang tinggal berdekatan dengan penderita tifus.
Tenaga medis atau pekerja laboratorium yang sering terpapar bakteri typhi.
BACA JUGA } Kabut Asap Makin Parah, IDI Kabupaten Musi Rawas Bagikan 800 Masker ke Pelajar SMP dan Pedagang Pasar Metau
Pekerja di bidang kuliner, seperti koki, pelayan restoran, hingga penjual jajanan keliling.
Ada dua jenis vaksin tifoid yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit demam tifoid.
Pertama, vaksin tifoid menggunakan kuman Salmonella typhi yang sudah dimatikan, kemudian diberikan melalui suntikan melalui otot.
Jenis vaksin ini diberikan pada anak-anak berusia di atas 2 tahun serta orang dewasa, dengan dosis pemberian sebanyak 1 kali suntikan, setiap 3 tahun.





