“Marching band bukan hanya soal musik, tetapi juga tentang membangun karakter. Anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Latihan dilakukan secara rutin setiap sore dengan melibatkan pelatih yang berpengalaman. Fokus utama saat ini adalah memantapkan teknik permainan, koordinasi antar anggota, serta koreografi barisan agar tampil maksimal saat pawai dan upacara.
Kepala sekolah menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ekstrakurikuler ini. Marching band dianggap sebagai salah satu sarana pengembangan minat dan bakat siswa yang sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi berprestasi.
“Ekskul seperti marching band adalah wadah penting untuk menyalurkan energi positif anak-anak. Kami berharap mereka bisa tampil membanggakan, tidak hanya untuk sekolah tetapi juga untuk masyarakat Lubuk Linggau,” jelasnya.





