“Ada sekolah yang membutuhkan kelas-kelas baru,” ujarnya.
Aries mengatakan, sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan tersebut tersebar di sejumlah daerah, terutama wilayah pelosok yang belum pernah mendapatkan alokasi anggaran untuk perbaikan maupun pengembangan sarana pendidikan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap sekolah yang belum memperoleh alokasi revitalisasi pada 2026 dapat kembali dipertimbangkan dalam program revitalisasi 2027.
BACA JUGA : Data Dapodik Jadi Dasar BOSP, Sekolah Diminta Segera Sinkronisasi
Menurut Aries, usulan tersebut akan disesuaikan dengan skala prioritas pemerintah, terutama sekolah yang memiliki kebutuhan mendesak dan keterbatasan sarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Program revitalisasi 2027 dengan sasaran awal 71.744 satuan pendidikan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Pemerintah masih membuka kemungkinan penambahan sekitar 6.000 satuan pendidikan setelah proses pendataan dan penetapan sasaran selesai.






