
Foto: Sulis/ Linggau Pos.
Merujuk pada tema tersebut, pelaksanaan MPLS di SMPIT An-Nida’ bertujuan menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan dengan memuliakan dan menghormati hak anak melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira.
MPLS Ramah anti segala bentuk kekerasan, perundungan, intoleransi, dan penindasan terhadap murid.
Dan MPLS Ramah adalah ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya.
Dengan MPLS ramah, diharapkan SMPIT An-Nida’ bisa menjadi rumah kedua, yaitu tempat semua siswa mendapatkan rasa aman, nyaman, bahagia, tenang dan damai karena adanya ikatan kasih sayang, cinta, dan hubungan yang kuat sebagaimana ikatan keluarga.
“Selama 5 hari MPLS, kegiatannya sangat beragam dan terstruktur karena sudah ada rujukan langsung dari Kemendikdasmen, yang terlihat paling berbeda dari tahun tahun sebelumnya adalah ada kegiatan unjuk karya, dimana murid baru diberikan kesempatan untuk menunjukkan karya dan bakat mereka. Anak anak sangat antusias ingin menunjukkan bakat dan karya mereka. Unjuk karya dilakukan oleh 11 anak yaitu karya menggambar, bakat bermain biola dan gitar, menyanyi, puisi, tilawah dan saritilawah,” terangnya.
Pengawas Pembina dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau Drs. H. Akhmad Junaidi, M.Pd yang hadir langsung dalam MPLS SMPIT An-Nida’ memberikan apresiasi untuk kepala SMPIT An-Nida’ dan ustadz wal ustazah yang menyelenggarakan MPLS Ramah dengan sukses.
Ia juga memberikan apresiasi bagi siswa siswi yang tampil unjuk Karya dan Bakat dalam MPLS 2026 ini.
“Anak-anakku, penampilan siswa siswi tadi semoga jadi motivasi para siswa baru mengembangkan minat dan bakatnya melalui eskul dan kegiatan lomba yang ada di SMPIT An-Nida’,” harapnya.









