KORANLIPOS.COM-Perilisan Penelusuran Tamatan (Tracer Study) SMK 2026, kembali menjadi upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menguatkan data terkait perjalanan lulusan kejuruan pasca menempuh pendidikan di SMK.
Pada tahun ini, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyempurnakan tiga instrumen Penelusuran Tamatan SMK guna meraih data yang lebih valid dan terukur.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin mengatakan bahwa pelaksanaan Penelusuran Tamatan SMK 2026 akan memetakan berbagai indikator penting, seperti :
- Persentase lulusan yang bekerja
- Berwirausaha
- Melanjutkan pendidikan
- Waktu tunggu memperoleh pekerjaan pertama
- Tingkat kesesuaian antara pekerjaan yang diperoleh dengan kompetensi yang dipelajari selama di SMK.
BACA JUGA: SMKN 2 Lubuk Linggau Kembali Ukir Prestasi di HUT RI ke-81
“Semakin akurat dan mutakhir data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan yang dapat disusun. Pada akhirnya, seluruh upaya ini akan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan vokasi, meningkatkan besarnya peluang lulusan SMK untuk terserap di dunia kerja, dan mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” jelas Dirjen Tatang Kamis 30 Juli 2026.
Mengakhiri sambutannya, Dirjen Tatang mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Penelusuran Tamatan SMK 2026 sebagai gerakan bersama dalam membangun pendidikan vokasi yang berkualitas, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional.
Keberhasilan program ini menurutnya membutuhkan kolaborasi mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, balai vokasi, sekolah, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, dinas ketenagakerjaan, dunia usaha dan dunia industri, serta para lulusan SMK.
“Kami mengajak kepada Kepala SMK di Indonesia untuk menjadikan program sebagai budaya peningkatan mutu yang berkelanjutan. Data ini saya harap tidak berhenti hanya sebagai laporan statistik, namun menjadi umpan balik untuk memperbaiki proses pembelajaran, memperkuat kemitraan dengan dunia industri, serta memastikan kompetensi yang diajarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas Dirjen Tatang.






