Ia juga menekankan bahwa pembelajaran di SDN 55 Lubuk Linggau dirancang agar menyenangkan dan bebas dari kekerasan.
Konsep ini sejalan dengan penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang menekankan nilai kebersamaan, gotong-royong, dan karakter positif.
Guru didorong untuk menciptakan suasana belajar yang kreatif, interaktif, dan penuh motivasi sehingga siswa merasa nyaman dalam mengembangkan potensi mereka.
Jika tahun sebelumnya fokus lebih banyak pada penguatan karakter dan gotong-royong, maka tahun ini sekolah menempatkan literasi dan numerasi sebagai prioritas utama.
Literasi: Program membaca bersama, pojok baca kelas, serta lomba menulis kreatif untuk meningkatkan kemampuan memahami teks.







