Untuk menjaga ketersediaan stok darah, Pemkot Lubuk Linggau juga merencanakan kegiatan donor darah rutin setiap bulan dengan melibatkan sekitar 40 organisasi perangkat daerah (OPD).
Wali Kota berharap kerja sama ini tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi menjadi momentum untuk membangun pelayanan darah yang terintegrasi, transparan, dan terpercaya demi kepentingan masyarakat.
Dimomen tersebut, Kepala UDD PMI Kota Lubuk Linggau, dr. Monica Angela berharap MoU ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi yang berkelanjutan, bukan hanya dalam distribusi darah, tetapi juga dalam menjamin ketersediaan dan keberlangsungan stok darah.
Kami berharap kerja sama ini dapat dikembangkan melalui kegiatan Mobile Unit di rumah sakit dan klinik sebagai upaya memperluas jangkauan donor darah, memperkuat ketersediaan stok, serta memastikan kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
BACA JUGA : Dua Desa di Muratara Diduga jadi ‘Sarang’ Narkoba, Ini Temuan Polres Muratara saat Penggerebekan
“Jadi, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga pada kesiapan dan ketahanan stok darah untuk ke depannya,” tuturnya.
Ke depannya, tambah dr Monica, pihaknya memiliki beberapa fokus pengembangan UDD PMI Lubuk Linggau.
Pertama, meningkatkan jumlah pendonor darah sukarela secara berkelanjutan melalui edukasi dan perluasan jangkauan kegiatan donor darah.
Kedua, mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi dan real-time, sehingga informasi ketersediaan stok darah dan kebutuhan darah dapat diakses serta dikoordinasikan dengan lebih cepat dan akurat.





