Sebelumnya, SDN 29 masih menerapkan sistem belajar bergantian (shift). Dengan tambahan dua ruang kelas baru, diharapkan seluruh rombongan belajar nantinya dapat menggunakan ruang kelas secara normal sesuai ketentuan.
“Kebutuhan utama kami memang ruang kelas baru karena jumlah rombel terus bertambah. Ke depan, satu rombel harus memiliki satu ruang kelas sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, empat ruang yang direhabilitasi merupakan ruang kelas yang selama ini mengalami kerusakan. Pekerjaan rehabilitasi dilakukan secara serentak sehingga sekolah harus mengatur kegiatan belajar mengajar agar tetap berjalan.
Saat ini, proses pembelajaran memanfaatkan enam ruang kelas yang masih layak digunakan dengan sistem pembagian jadwal pagi dan siang.
“Semua pekerjaan dilaksanakan bersamaan. Mulai pembangunan gedung baru hingga rehabilitasi ruang kelas dilakukan serentak, sehingga kami juga harus menyesuaikan aktivitas belajar siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, bangunan yang direhabilitasi sebelumnya diusulkan masuk kategori rusak berat.
Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya memaksimalkan kualitas pembangunan agar ruang belajar menjadi lebih aman, nyaman, dan memenuhi standar.
Andi juga membagikan kiat bagi sekolah lain yang ingin memperoleh bantuan revitalisasi. Menurutnya, data yang diinput dalam aplikasi Dapodik harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Jangan hanya berorientasi pada akreditasi dengan memperbaiki semua fasilitas. Kalau memang bangunannya rusak, sampaikan apa adanya di Dapodik. Data yang sesuai kondisi nyata akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan prioritas bantuan,” tegasnya.
Ia menyebutkan, total anggaran revitalisasi mencapai sekitar Rp1,1 miliar, di luar biaya perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari atau sekitar empat bulan.
Karena waktu pelaksanaan dihitung sejak dana masuk ke rekening sekolah, pihaknya harus bergerak cepat agar target penyelesaian pada November 2026 dapat tercapai.
“Makanya kami memperbanyak tenaga kerja agar progres pembangunan sesuai jadwal. Targetnya selesai tepat waktu sehingga siswa bisa segera menikmati fasilitas yang lebih layak,”tuturnya.(Mukmin Hidayat)






