“Iya benar ada. Kami juga terkejut tiba-tiba dapat tagihan sebesar itu. Karena setahu saya, sebelum diamanahkan disini, sudah ada pembayaran,” ungkapnya.
Pihaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa, mengingat anggaran untuk melunasi tagihan tersebut tidak ada saat ini.
“Makanya pas mereka datang ya kami bilang silahkan diputus kalau belum ada solusinya. Namun apapun itu, kami kemarin diminta untuk koordinasi ke kantor dan akan segera kami lakukan dalam waktu dekat. Mudah-mudahan ada solusinya,” ungkapnya.
Selama ini tambahnya, air yang mengalir sedikit. Itupun keruh.
“Kalau untuk buang air kecil cukuplah. Tapi ya itu, keruh. Kami sekarang andalkan air sumur. Untuk PDAM meterannya pun kami tidak tau dimana,” tambahnya.






