“Jadi ayah bunda gadget bukan musuh. Yang berbahaya itu gadget tanpa batas gadget tanpa pengawasan dan gadget yang menggantikan orang tua,” terangnya.
Bahkan, seorang peneliti dr Analamke menjelaskan bahwa media sosial dan game penghasil dopamin tinggi.
“Apa yang terjadi pada otak anak ketika dia bermedia sosial maupun bermain game? Dampaknya anak mudah bosan, sulit fokus dan mencari kesenangan instan. Mengapa scrolling dan game membuat anak sulit fokus? Karena otak terbiasa dengan reward instan dan hiburan cepat. Padahal ilmu membutuhkan kesabaran konsistensi dan pengulangan,” jelasnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa masalah sesungguhnya bukan gadget tetapi hilangnya rutinitas, hilangnya pengawasan dan hilangnya kedekatan.
BACA JUGA: Pemanasan The Villans, Prediksi Aston Villa vs Indonesia All Stars, Pramusim 2026, Tayang ANTV

“Maka yuk lakukan aturan 3T. T pertama terjadwal. Gadget ada waktunya, belajar, ibadah, bermain, dan istirahat teratur. T kedua terpantau. Orang tua tahu apa yang diakses, berapa lama dan dengan siapa. T ketiga terbatas. Konten, durasi, dan perangkat punya batas yang jelas. Pakai gadget harus didampingi bukan diserahkan sepenuhnya. Anak tidak selalu mencari gadget. Kadang mereka mencari perhatian kasih sayang dan tempat bercerita. Maka luangkan waktu dengarkan mereka dan dekatkan hati kedekatan adalah tameng terbaik untuk anak,” pesan Irwan Tony.
Kenapa kedekatan penting?
Karena anak yang dekat dengan orang tuanya akan lebih mudah diarahkan, mereka akan lebih percaya diri, lebih terbuka bercerita, lebih mudah menerima nasihat, lebih tahan terhadap pengaruh negatif dan lebih sedikit mencari pelarian di gadget ataupun teman.
“Anak yang merasa aman akan lebih mudah taat karena sebelum anak mendengar kata-kata kita, anak lebih dahulu merasakan hati kita. Maka pesan untuk orang tua anak yang dekat dengan orang tuanya biasanya lebih mudah dijaga daripada diawasi. Kedekatan lebih efektif daripada kekerasan. Kubungan yang kuat lebih penting daripada aturan yang banyak,” pesannya.
Mulai saat ini ayo gunakan resep 30 menit. Setiap hari 10 menit mendengar.
10 menit aktivitas bersama dan 10 menit ngobrol dari hati ke hati tanpa HP tanpa menghakimi.
“Waktu yang kita berikan hari ini adalah kenangan yang akan mereka bawa selamanya. 30 Menit setiap hari investasi terbaik untuk masa depan anak,” tuturnya.(Sulis)








