Ia menjelaskan, sebelumnya kualitas udara di Kota Lubuk Linggau sempat berada di bawah angka 100 yang menunjukkan kondisi relatif lebih baik.
“Bahkan dalam beberapa waktu terakhir wilayah tersebut juga diguyur hujan. Namun, kondisi kualitas udara kembali mengalami peningkatan indeks hingga mencapai angka 123,” jelasnya.
Ia menilai perubahan tersebut menunjukkan bahwa kondisi udara bersifat fluktuatif dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergerakan massa udara dari luar daerah.
Berdasarkan pantauan kualitas udara dan cuaca, keberadaan titik api yang memengaruhi kualitas udara saat ini tidak berasal dari Kota Lubuk Linggau.
BACA JUGA : Disdik Sampaikan 3 Instruksi untuk Kepsek, DLH Sebut Kondisi Udara di Lubuk Linggau Tak Sehat
Sementara itu, kondisi yang jauh lebih buruk terjadi di bebebrpaa kota dan kabupaten di Sumatera Selatan.
Berdasarkan pemantauan pada tanggal yang sama, wilayah Bukit Kecil Kota Palembang mencatat ISPU 377 dengan parameter kritis PM10, yang masuk kategori sangat berbahaya.
Kelompok sensitif, termasuk anak-anak, lansia, serta penderita asma dan penyakit komorbid, diminta tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas fisik seminimal mungkin.
Masyarakat umum juga diimbau menghindari seluruh aktivitas luar ruangan serta menggunakan masker pelindung polusi apabila terpaksa beraktivitas di area terbuka.





