LUBUK LINGGAU – Siswi terbaik dari MAN 1 Lubuk Linggau yang berhasil lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional adalah Khalyana Zahira Sandi. Putri bungsu pasangan Napyadi Alex Sandi dan Mery Laduana Fitriana ini menjadi salah satu pelajar yang membawa nama Kota Lubuk Linggau dan Provinsi Sumatera Selatan dalam momentum bersejarah tersebut.
Khal dikenal aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah. Selain memiliki ketertarikan pada dunia baris-berbaris dan kedisiplinan, Khalyana juga memiliki hobi menari dan berolahraga.
Menariknya, di balik barisan yang presisi dan kedisiplinan selama menjalani latihan, tersimpan kisah perjuangan para remaja terpilih yang harus meninggalkan rutinitas dan menjalani kehidupan penuh aturan selama masa karantina.
Khalyana bersama anggota Paskibraka lainnya telah menjalani masa karantina sejak 14 Juli. Selama berada di karantina, mereka tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian.
Dalam wawancara dengan SINDOnews TV, Khalyana mengungkapkan bahwa salah satu momen yang cukup berat selama menjalani karantina adalah ketika mereka harus belajar hidup mandiri.
“Mungkin momen terberatnya itu di sini, kita dituntut untuk hidup mandiri,” ungkapnya.
Menurut Khalyana, banyak hal baru yang dipelajari selama berada di karantina. Mereka dituntut mampu melakukan berbagai hal secara mandiri dan terbiasa dengan kondisi yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.





