“Fasilitas komputer kami upayakan secara mandiri dan bertahap melalui rembuk komite. Karena unit masih terbatas, kami juga meminjam laptop milik guru-guru,” ungkapnya.
Untuk sisi teknis dijelaskannya, dengan kondisi jaringan internet yang dinilai cukup stabil, tetapi kendala hanya berpotensi muncul apabila terjadi pemadaman listrik dari bisa mengganggu kelancaran pelaksanaan ujian.
“Selain masalah sarana prasarana, tantangan lain yang dihadapi membangun motivasi siswa yang belum memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tetapi ada solusinya tantangan itu, kami guru menerapkan pendekatan konseling personal atau one-by-one,” tegasnya.
Melalui pendampingan tatap muka secara individual diungkapkannya, siswa dibantu menentukan mata pelajaran pilihan TKA yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.
BACA JUGA : Pascasarjana UNPARI Bakal Buka 3 Prodi Baru, Salah Satunya S2 Penjaskes
Dan juga kami juga menyediakan jam belajar tambahan serta pendalaman materi khusus untuk mata pelajaran wajib yang diujikan.
Ia mengharapkan dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dan membantu mereka memperoleh hasil terbaik
“Dengan keterbatasan fasilitas dan pembagian sesi ujian yang cukup padat, pihak madrasah tetap optimistis pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar serta menjadi sarana bagi siswa untuk membuka peluang lebih besar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” harapnya.







