Sebaliknya, hukuman yang membuat anak merasa takut justru berpotensi menghilangkan semangat belajar dan mengganggu hubungan baik antara guru dengan siswa.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru menyimpulkan cerita yang disampaikan anak.
Orang tua sebaiknya menjadi pendengar yang baik, memberikan kesempatan anak menjelaskan kejadian secara utuh, kemudian melakukan klarifikasi langsung kepada guru maupun pihak sekolah sebelum mengambil langkah lebih jauh.
“Komunikasi menjadi kunci. Duduk bersama, mencari fakta, lalu menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin akan jauh lebih baik daripada langsung membawa persoalan ke ruang publik tanpa proses klarifikasi,” katanya.





