Pemasangan portal tersebut membuat kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas. Saat ini, jembatan hanya diprioritaskan bagi kendaraan roda dua, terutama para pelajar.
“Sementara ini jembatan hanya diprioritaskan untuk roda dua, terutama untuk pelajar. Kami khawatir kalau masih dilalui mobil, jembatan bisa roboh,” jelas Marno.
Marno menjelaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat di dua desa.
Warga sebenarnya masih memiliki jalur alternatif melalui Jembatan Paku di Kecamatan Megang Sakti. Namun, jalur tersebut mengharuskan masyarakat memutar dengan jarak tempuh yang lebih jauh.
“Bisa lewat Jembatan Paku di Megang Sakti, tapi harus memutar dan jaraknya jauh. Sehingga jembatan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan anak sekolah,” tambahnya.
Karena itu, Marno berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk melakukan perbaikan secara permanen.
“Sudah saatnya jembatan ini dibangun lagi. Kalau dibiarkan terus, tidak menutup kemungkinan jembatan roboh dan akses masyarakat akan terputus,” harapnya.
Ia mengungkapkan, usulan perbaikan permanen terhadap jembatan tersebut sebenarnya telah diajukan sejak 2024. Namun hingga kini, pembangunan belum juga terealisasi.





