KORANLIPOS.COM – Pemerintah China mulai kembali memberlakukan pajak konsumsi terhadap baterai lithium-ion. Kebijakan ini berlaku sejak 1 September 2026, sekaligus mengakhiri pembebasan pajak yang telah diterapkan selama 11 tahun sejak 2015.
Ketentuan tersebut tertuang dalam pengumuman bersama Kementerian Keuangan, Administrasi Umum Kepabeanan, dan Administrasi Pajak Negara China Nomor 20 Tahun 2026.
Dalam aturan tersebut, baterai lithium-ion dikenakan pajak konsumsi sebesar 2 persen mulai 1 September 2026. Tarif tersebut kemudian meningkat menjadi 4 persen mulai 1 September 2027.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah China mengurangi insentif bagi industri kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Perubahan tersebut menjadi revisi pertama terhadap kebijakan pajak konsumsi baterai dalam 11 tahun.
Dalam aturan China, kendaraan yang masuk kategori NEV meliputi mobil listrik berbasis baterai, plug-in hybrid termasuk extended range electric vehicle (EREV), serta kendaraan berbahan bakar sel hidrogen. Sementara itu, hybrid konvensional atau hybrid electric vehicle (HEV) tidak termasuk dalam kategori tersebut.
Meski demikian, pemerintah China masih memberikan pembebasan pajak konsumsi untuk baterai natrium-ion, baterai solid-state, dan sel bahan bakar hingga 31 Desember 2028.
Kebijakan tersebut menunjukkan adanya pergeseran dukungan pemerintah China dari teknologi baterai yang sudah berkembang menuju teknologi baterai yang dinilai lebih mutakhir.
Pemberlakuan pajak baru diperkirakan akan memberikan tekanan tambahan terhadap produsen baterai. Sejumlah perusahaan bahkan berencana meneruskan beban pajak tersebut kepada konsumen melalui kenaikan harga.
Produsen baterai EVE Energy, misalnya, berencana menambahkan pajak sebesar 2 persen ke dalam harga jual baterainya, berdasarkan laporan media China yang dikutip Nikkei Asia.
Selain pajak konsumsi baterai, China juga secara bertahap mengurangi insentif pembelian kendaraan energi baru.
Rabat bagi eksportir baterai mobil listrik diturunkan dari 9 persen menjadi 6 persen pada April 2026. Insentif tersebut selanjutnya akan dihapus sepenuhnya mulai Januari 2027.
Sementara untuk pajak pembelian kendaraan, NEV sebelumnya mendapatkan pembebasan pajak pada periode 2024 hingga 2025. Pembebasan tersebut dibatasi maksimal 30.000 yuan atau sekitar Rp80,5 juta per unit mobil penumpang, dengan asumsi kurs Rp2.684,79 per yuan.







