Insentif Mobil Listrik Dipangkas, China Kembali Kenakan Pajak Baterai Lithium-Ion

oleh -8 Dilihat
Ilustrasi mobil listrik

Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, pajak pembelian NEV dikenakan sebesar separuh tarif normal atau 5 persen. Keringanan pajak dibatasi maksimal 15.000 yuan atau sekitar Rp40,3 juta per unit.
Selanjutnya, mulai Januari 2028, tarif pajak pembelian NEV akan meningkat menjadi 10 persen. Besaran tersebut sama dengan tarif yang dikenakan terhadap kendaraan bermesin pembakaran internal.
Perubahan berbagai insentif tersebut berpotensi meningkatkan harga kendaraan listrik di tingkat konsumen sekaligus menambah tekanan terhadap produsen.
China sendiri masih menjadi pasar terbesar kendaraan energi baru di dunia. Pada 2025, NEV menyumbang sekitar 48 persen dari total penjualan mobil baru di China, meningkat tajam dibandingkan sekitar 5 persen pada 2020.
Namun, pasar domestik mulai menghadapi tekanan. Penjualan NEV di China tercatat turun sekitar 10 persen secara tahunan pada semester pertama 2026. Kondisi tersebut terjadi ketika berbagai insentif mulai dikurangi dan daya beli konsumen melemah di tengah perlambatan sektor properti.
Pengurangan insentif menunjukkan pemerintah China mulai mengarahkan industri kendaraan energi baru agar dapat berkembang dengan ketergantungan yang lebih rendah terhadap dukungan pemerintah.
Bagi produsen, kondisi tersebut berarti sebagian tambahan biaya harus dialihkan kepada konsumen atau ditanggung sendiri. Hal ini berpotensi memengaruhi persaingan antarprodusen serta mendorong perubahan dalam industri otomotif China.
Pengurangan insentif juga diperkirakan memberikan dampak terhadap rantai pasok, terutama industri baterai yang selama ini menjadi salah satu komponen utama dalam perkembangan kendaraan listrik China.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.