KORANLIPOS.COM – Usaha pertanian di Curup Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kurang aman. Kondisi tersebut terjadi dampak dari naiknya harga sayur di pasaran ternyata menjadi dilema bagi petani sayur. Pasalnya tanaman sayur mereka di kebun rawan dicuri.
Salah seorang petani meminta namanya tidak ditulis mengatakan sayur di kebun yang belum dipanen sering dicuri orang. Maraknya pencurian sayur karena harga sayur sekarang lagi mahal. “Harga sayur mahal jadi rawan pencurian,” akunya kepada KORANLINGGAUPOS.ID.
Sehingga kebun jangan sampai ditinggal. Setiap hari harus ada yang menunggu. Sumber KORANLINGGAUPOS.ID mengaku terpaksa ditudur di ladang. “Terpaksa saya setiap malam tidur di ladang. Kalau tidak ditunggu dipanen orang dulu-an (baca dicuri),” tambahnya.
Tidak hanya malam hari siang juga rawan dicuri kalau pemilik kebun tidak ada. “Pokoknya jangan sampai ladang tidak ada orangnya. Setiap waktu harus ada yang jaga khususnya ketika tanaman mendekati masa panen,” ungkapnya.
Tidak hanya sayuran kopi juga rawan dicuri. Kalau kopi lebih parah lagi kopi yang masih hijau dicuri orang karena ada yang menampungnya. Kopi hijau dibeli Rp 10.000 per Kg untuk pewarna batik.
Maraknya pencurian kopi karena ada yang menampung. Bukan hanya kopi sudah tua tapi juga kopi yang masih hijau-hijau.






