Ia menyebut, tidak sedikit konsumen yang semula datang untuk membeli daging ayam akhirnya mengurungkan niat karena harga yang dinilai terlalu tinggi.
“Banyak pembeli yang tidak jadi beli, karena harganya selangit. Sehingga, kami juga kena imbasnya, pembeli jadi sepi,” ungkapnya.
Iwan mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga daging ayam tersebut. Namun, berdasarkan kondisi yang dialaminya, pasokan dari distributor memang berkurang cukup signifikan.
“Stoknya kurang. Beberapa hari ini saya hanya dapat beberapa kilo saja, jauh turun dibanding sebelumnya. Mungkin karena ini harganya jadi naik,” jelasnya.
Dikatakannya, kenaikan harga tersebut juga dikeluhkan konsumen. Desi, salah seorang pembeli daging ayam di Pasar B Srikaton, mengaku terkejut ketika mengetahui harga ayam sudah mencapai Rp48.000 per kilogram.
“Kaget, karena beberapa hari kemarin harganya masih Rp45.000 per kilogram, kok sekarang sudah naik lagi jadi Rp48.000 per kilogram,” jelasnya.
Menurut Desi, harga tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan kondisi saat ini yang tidak sedang memasuki momentum hari besar keagamaan.





