KORANLIPOS.COM-Selain harganya naik, sudah satu bulan terakhir warga Kota Lubuk Linggau kesulitan membeli beras premiun. Khususnya, yang kemasan 5 Kilogram.
Kabid Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting (Disperindag Kota Lubuklinggau, Arwandy Andang membenarkan kondisi ini.
Masalah ini sudah mereka sampaikan langsung ke tim dari Bapanas RI saat melakukan kunjungan ke Kota Lubuk Linggau, Kamis 17 September 2026.
“Kebetulan, kemarin ada sidak dari tim Bapanas RI dan tim Satgas Pangan Kota Lubuk Linggau. Mereka langsung kita ajak ke pasar, mengecek gudang beras dari para distributor yang ada serta ke Gudang Bulog. Agar mereka melihat langsung kondisi di lapangan, dan bisa menjadi pertimbangan untuk membuat kebijakan kedepannya,” ungkap Andang sapaan akrabnya, Jumat 18 September 2026.
BACA JUGA : 5 Ton Beras SPHP Ludes Dibeli Warga, GPM Polri di Muara Kelingi Musi Rawas Diburu Masyarakat
Para distributor beras pun mengakui, saat ini beras premium harganya naik.
Tidak hanya itu, stok yang diberikan produsen ke mereka juga dibatasi.
Terutama untuk kemasan 5 Kilogram.
“Menurut keterangan pihak distributor, dari produsen mengakui ada beberapa faktor seperti tidak dapat bahan baku, harga gabah naik karena harga pupuk naik, belum lagi harga plastik juga naik. Belum lagi karena dampak kemarau panjang. Sehingga untuk kemasan 5 Kg mereka memilih tidak lagi memproduksi, karena tidak menutupi modal yang dikeluarkan,” jelas Andang.







