Tidak hanya itu, sulitnya mendapatkan BBM dan faktor jalan rusak juga mempengaruhi naiknya harga beras premium maupun barang pokok lainnya.
“Jadi wajar, dan mereka kemarin lihat sendiri. Ke gudang beras hampir kosong dan isinya tidak ada, stok sedikit itupun ukuran 20 Kilogram dan beberapa ukuran 10 kilogram,” ungkapnya.
Dampak lainnya jelas Andang, masyarakat saat ini banyak beralih ke beras SPHP dari Bulog.
BACA JUGA : Warga Mengeluh Desil Naik Bantuan Dicoret, ini Solusi dari Dinsos Lubuk Linggau
“Tapi ada kendala lagi. Beras SPHP dari bulog, kuotanya berbagi dengan program pemerintah yakni bantuan pangan. Sehingga di pasaran juga sering habis dan harganya bahkan dieceran jadi naik,” ungkapnya lagi.
Andang berharap, hadirnya tim Bapanas RI ke Lubuk Linggau bisa membawa solusi yang baik untuk masyarakat.
“Beras ini makanan pokok kita. Kalau sulit dibeli dan harga naik kasihan masyarakat. Karena kebijakan ada di pusat, ya kita berharap hadirnya mereka membuat kedepan ada kebijakan dari pemerintah pusat yang menguntungkan masyarakat, terutama terkait ketersediaan beras,” harapnya.







