“Dan dan dari kami kembali harga asal Rp 800 per kue. Sekarang ini bertahan saja yang penting tidak rugi, ” akunya.
Terkadang ada juga rugi ketika banyak kue yang tidak laku.
“Kalau banyak yang tidak laku rugi. Belanja bahan harian dari hasil penjualan jika tidak cukup terpaksa nombok. Begitulah usaha terkadang rugi terkadang untung. Yang penting saat ini bisa bertahan Alhamdulillah, ” paparnya.
Wati mengaku usaha membuat makan ringat ditekuni untuk membantu ekonomi keluarga.
BACA JUGA : Debut Manis I Lariani?, Prediksi Como vs RB Leipzig, Liga Champions 2026/2027, Matchday 1, Cek Lini Live?
Suami kerja gaji tidak naik sedangkan pengeluaran meningkat disamping disebabkan naik harga kebutuhan pokok juga meningkat biaya hidup karena seiring dengan anak-anak mulai besar banyak kebutuhan untuk bayar sekolah dan lain-lain.
“Walaupun sebenarnya tambahan pendapatan dari membuat kue tidak mencukupi. Tapi Alhamdulillah sangat terbantu, ” akunya.
Kue yang dijual untuk sarapan pagi itu dibuat tengah malam.
Mulai membuat donat tengah malam dari jam 24.00 WIB, selesainya pukul 5. 30 WIB. Pukul 06.00 WIB sudah harus sampai di pedagang.






