Apalagi akibatnya diungkapkannya, bisa penyumbatan saluran air yang memicu banjir, pencemaran tanah dan air yang mengancam ekosistem, hingga risiko penyakit seperti diare, leptospirosis, dan gangguan pernapasan akibat pembakaran sampah.
“Selain merusak estetika, perilaku tersebut juga menurunkan kualitas hidup masyarakat dan menghambat pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Oleh karena itu diingatkannya, mari kita bersama-sama menolak membuang sampah sembarangan dan belajar bertanggung jawab atas sampah yang kita hasilkan demi lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
BACA JUGA : Udara Tidak Sehat, DLH Lubuk Linggau Tegaskan Pentingnya Menjaga Kualitas Udara
Ia menambahkan, kesadaran dan tindakan nyata dari setiap individu sangat diperlukan agar lingkungan tetap lestari dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah.
“Gotong royong ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Lubuk Linggau,” harapnya.







