Namun, FAMA tetap memiliki keyakinan terhadap kemampuan anak asuhnya setelah melalui proses latihan dan pertandingan sebelumnya.
“Peluangnya ada. Sekarang kita fokus kepada anak-anak dan persiapan mereka. Insya Allah kita optimistis,” katanya.
Anca menambahkan, salah satu modal FAMA menghadapi ajang tersebut adalah prestasi yang telah diraih pada kelompok U-13 putra.
Tim tersebut sebelumnya berhasil menjadi juara meski akademi FAMA relatif masih tergolong baru.
“Untuk U-13 putra, tahun ini kita sudah juara. Akademi ini baru sekitar satu tahun, tetapi anak-anak sudah bisa meraih juara,” jelasnya.
Dikatakannya, pembinaan pemain menjadi perhatian utama FAMA.
Selain mengembangkan kemampuan teknis pemain, latihan dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kelompok usia masing-masing.
Untuk persiapan menghadapi kompetisi, pemain menjalani latihan secara bertahap.







