Namun, bagi masyarakat, jarak bukan alasan untuk membiarkan potensi wisata tersebut hilang begitu saja.
Mereka berharap pemerintah daerah kembali turun tangan. Perbaikan fasilitas, penataan kawasan, akses menuju lokasi hingga promosi wisata dinilai penting agar Air Mancur Batu Putih kembali dikenal masyarakat luas.
Lebih dari sekadar menghidupkan kembali sebuah destinasi, pengembangan wisata tersebut diharapkan dapat membuka kembali peluang ekonomi bagi warga Desa Karya Sakti dan sekitarnya.
“Harapannya ada sentuhan dari pemerintah sehingga wisata ini kembali ramai dikunjungi. Dengan begitu ekonomi masyarakat juga bisa kembali bergairah,” tutupnya.
Air Mancur Batu Putih kini seolah sedang menunggu waktunya untuk kembali bersinar.
Di balik gundukan batu kapur yang terbentuk selama puluhan tahun, tersimpan sebuah cerita tentang alam, sejarah, dan harapan masyarakat.
Jika mendapatkan perhatian dan pengelolaan yang tepat, bukan tidak mungkin destinasi yang pernah menjadi primadona Musi Rawas itu kembali ramai. Bukan hanya sebagai tempat berwisata, tetapi juga sebagai warisan alam yang mempertemukan cerita masa lalu dengan harapan masa depan.






