Ia kemudian menjelaskan secara rinci, peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan Budikdamber, beserta langkah-langkah budidaya dan rencana anggaran biaya.
Selain menyampaikan teori, ia bersama tim langsung membawa peralatan yang dibutuhkan, sehingga para peserta bisa melihat langsung prakteknya.
Acara diisi dengan diskusi, berupa tanya jawab antara peserta dengan narasumber, sehingga diharapkan peserta dapat benar-benar mengerti dan memahami materi yang disampaikan.
Buya Fikri saat dibincangi wartawan KORANLINGGAUPOS.ID usai acara berharap, semoga dengan adanya kegiatan ini akan muncul keinginan dari ibu-ibu untuk mempraktekkan, dan dapat membantu terwujudnya perekonomian swasembada pangan, mengatasi stunting, karena diketahui ikan lele memiliki kandungan protein yang tinggi.
BACA JUGA: Jangan Coba-coba, Ini Dampak Perkawinan Usia Anak
“Jika kita bisa memelihara sendiri, kita bisa memastikan kualitas kandungan pakan yang diberikan kepada ikan. Dan jika ada ibu-ibu yang berhasil budidaya, dia akan memberitahu teman dan keluarga, sehingga diharapkan bisa semakin banyak orang yang tergerak untuk budidaya ini,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Ponpes Modern Uswatun Hasanah beralamat di Jalan Mandala No. 52 RT. 02 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, Kota Lubuk Linggau PPM Uswatun Hasanah selain sebagai pusat pendidikan keagamaan, juga telah dikenal menjadi pusat kegiatan program-program unggulan pemerintah.
Pada pertengahan tahun 2025, PPM Uswatun Hasanah dipercaya oleh Pemerintah Kota Lubuk Linggau untuk menjadi Rumah Cinta binaan TP PKK Kota Lubuk Linggau.
Selain itu pada tahun yang sama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan menunjuk Tempat Penitipan Anak (TPA) PPM Uswatun Hasanah sebagai tempat impelementasi program unggulan BKKBN, yaitu Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).







