Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama Ustazah Nelly sama-sama merupakan pengurus BKMT sekaligus pengurus GOW Lubuk Linggau, dan ingin berupaya mewujudkan program GOW yaitu pencegahan stunting dan mewujudkan mandiri pangan.
“Dan salah satu mandiri pangan adalah dengan membudidayakan ikan. Kami kemudian sepakat untuk menjalankan program ini di PPM Uswatun Hasanah, karena Ustazah Nelly sudah memiliki pengalaman memelihara ikan dan sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan pihak perikanan,” ungkapnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu penyuluh perikanan, dan mengajak para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan baik.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh penyuluh perikanan Berry Santoso.
BACA JUGA: Darurat Kabut Asap Karhutla, Jadwal Masuk Sekolah jadi Pukul 09.00 WIB
Ia mengawali materi dengan mengenalkan definisi Budikdamber atau Budidaya Ikan dalam ember, yaitu teknik budidaya ikan menggunakan ember yang dapat dipadukan dengan tanaman sayur-sayuran.
Budikdamber merupakan teknologi sederhana untuk lahan terbatas.
Ia menjelaskan tujuan dan manfaat Budikdamber, diantaranya yaitu, memanfaatkan lahan terbatas secara produktif, menyediakan sumber protein hewani dan sayuran, relatif sederhana, hemat tempat, dan modal terjangkau, serta berpotensi dikembangkan menjadi usaha berskala rumah tangga.
Jenis ikan yang bisa dibudidayakan dalam ember seperti ikan lele, ikan gabus, dan beberapa jenis ikan lainnya, dan jenis sayuran yang dapat dibudidayakan yaitu, sawi, pakcoy, kangkung, tomat dan cabe.






