DP3A Musi Rawas Pastikan, Dampingi Remaja Korban Bullying

oleh -15 Dilihat

KORANLIPOS.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Musi Rawas terus melakukan pendampingan terhadap seorang remaja berinisial DR. Diketahui, DR sebelumnya nekat melakukan percobaan bunuh diri di atas Jembatan Muara Beliti pada 30 Juni 2026.

Kepala DP3A Kabupaten Musi Rawas, Drs. Supardiyono, M.Pd.I., melalui Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Joni Candra, S.Sos., mengatakan pihaknya terus mendampingi proses pemulihan mental DR, termasuk memfasilitasi kepindahannya untuk melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Joni, keinginan bersekolah di Pulau Jawa datang langsung dari DR. Untuk memenuhi persyaratan sekolah, pihak DP3A membatu segala sesuatunya untuk kepindahanya.

“Alhamdulillah, pihak sekolah di Gunungkidul menerima dengan tangan terbuka. Mereka bahkan siap membantu mengurus administrasi yang dibutuhkan agar DR bisa segera bersekolah,” ungkap Joni.

Ia menjelaskan, surat pengantar juga telah dikirimkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul melalui pihak sekolah agar kondisi psikologis DR tetap mendapatkan pemantauan selama berada di Yogyakarta.

Joni mengungkapkan, DR telah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri. Sebelum peristiwa di Jembatan Muara Beliti, DR pernah mencoba mengakhiri hidup dengan meminum racun rumput dan terjun ke jurang. Beruntung, seluruh upaya tersebut berhasil digagalkan sehingga nyawanya dapat diselamatkan.

“Dari hasil pendampingan dan keterangan keluarga, salah satu penyebab yang membuat kondisi psikologis DR terganggu adalah karena sering menjadi korban perundungan atau bullying di sekolah. Anak ini memang dikenal pendiam,” ungkapnya.

Selama proses pendampingan, DP3A juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa. Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang tergolong kurang mampu, seluruh proses pemeriksaan kesehatan hingga pendampingan psikologis difasilitasi tanpa biaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.