“Sistem Tabela lebih rapat sehingga membutuhkan bibit maupun pupuk lebih banyak dan hasilnya pun lebih banyak dari sistem semai,” jelasnya.
Dijelaskannya, uji coba Tabela sudah dilakukan di 14 provinsi. “Dengan perawatan yang intensif hasilnya 10 ton hingga 12 ton. Namun ada juga 8 ton per hektar. Jadi kalau rata-rata 10 ton per hektar,” ungkapnya.
Menurut Ade rata-rata hasil panen di Muratara selama ini dengan sistem semai 4,5 ton hingga 5 ton per hektar.
“Memang ada yang lebih tinggi hasilnya seperti di daerah Bukit Langkat ada yang sampai 6 ton hingga 7 ton. Tapi kalau ambil rata-rata seluruh Muratara karena ada di tempat lain ada yang cuma 3 ton. Sehingga produktivitas kita 4,5 ton per hektar,” ungkapnya.
Ade berharap di Kabupaten Muratara produktivitas sistem Tabela hasilnya 10 ton per hektar atau paling tidak 8 ton. “Kalau hasilnya 8 ton apalagi sampai 10 ton petani senang,” harapnya.





