Ia menambahkan, bonsai juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Dengan perawatan yang baik, bahan bonsai hasil cangkok yang dibeli dengan harga ratusan ribu rupiah dapat meningkat nilainya setelah dibentuk dan dipelihara dalam kurun waktu tertentu.
Ia menilai, semakin banyak koleksi bonsai yang dimiliki dan dirawat secara serius, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bonsai bukan hanya hobi, tetapi juga produktif dan memiliki nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tanaman dan lingkungan,” tegasnya.
BACA JUGA : Terduga Pelaku Pembunuhan di Pasar Inpres Lubuk Linggau Ternyata Kakak Adik
Sementara dalam sambutannya, Wakil Wali Kota (Wawako) Lubuk Linggau, H Rustam Effendi yang hadir pada pembukaan kegiatan Pameran dan Kontes Bonsai Lokal Terbuka 2026 Kota Lubuk Linggau berharap, kegiatan pameran dan kontes bonsai ini dapat terus berkembang dan dikemas semakin menarik sehingga mampu mengundang lebih banyak masyarakat untuk berkunjung dan mengenal seni bonsai.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang bagi para pecinta bonsai untuk menampilkan karya terbaik, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta mengembangkan kreativitas dan potensi komunitas bonsai di Kota Lubuk Linggau.
Ia juga berharap Perisai Bonsai Community terus berkontribusi dalam mengembangkan seni bonsai dan menghadirkan kegiatan positif yang dapat dinikmati masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peringatan HUT ke-25 Kota Lubuk Linggau semakin semarak sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi komunitas dan kreativitas masyarakat daerah.






