“Seluruh aparatur Kementerian Agama di seluruh Indonesia harus terlibat di dalam posko mudik,” kata Menag.
Penguatan layanan juga diarahkan pada optimalisasi fasilitas keagamaan.
Menag mengimbau pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk membuka masjid sebagai tempat persinggahan pemudik, terutama pada periode Ramadan dan Lebaran.
Masjid, kata Menag, dapat berfungsi sebagai rest area dengan dukungan fasilitas dasar seperti air bersih serta kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan.
BACA JUGA : Cegah Karhutla, Pemkab Muba siapkan solusi pembukaan lahan tanpa membakar
Di sekitar lokasi, keberadaan pemudik juga dapat membuka aktivitas ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Nah ini menjadi sarana masyarakat sekitar untuk bertransaksi ekonomi di situ,” ujarnya.
Menurut Menag, optimalisasi masjid sebagai titik layanan pemudik juga memiliki dimensi keselamatan.
Kehadiran tempat istirahat dan fasilitas pendukung di sepanjang perjalanan diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kelelahan pengemudi dan kecelakaan lalu lintas.





