Proses tersebut dilakukan berdasarkan sistem dan database BGN dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas wilayah.
“Sekali lagi, Bapak dan Ibu semuanya, Penentuan dari mana yang kemudian dibuka, mana yang menjadi duluan dan mana yang belakangan ditentukan oleh sistem, ditentukan oleh database kami,” jelasnya.
BACA JUGA : 11 Dapur MBG di Lubuk Linggau Belum Bisa Operasional
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat dan mitra untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakannya dan pimpinan BGN untuk menawarkan atau menjanjikan proses aktivasi SPPG.
“Kami tidak mengotorisasi siapa pun, tidak mengotorisasi asosiasi mana pun, tidak mengotorisasi pribadi-pribadi mana pun, barangkali nanti ada oknum-oknum yang mengatasnamakan saya, mengatasnamakan pimpinan di BGN, kemudian melakukan tindakan-tindakan yang merugikan atau tidak sesuai, apakah itu dengan pungutan-pungutan” tegasnya.








