Ustadz Khuzeni menjelaskan, untuk bisa diwisuda ada beberapa tahapan yang dilalui siswa SDIT dan SMPIT Mutiara Cendekia.
Mulai dari mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar TTQ 4 kali pertemuan dalam sepekan, menghafalkan setiap ayat lalu menyetorkan hafalannya kepada pembimbing sesuai target hafalan harian, mingguan dan bulanan.
Setelah selesai menyetorkan hafalan 1 juz, pembimbing melatih kembali (karantina) sebelum didaftarkan ujian kepada koordinator TTQ, koordinator menjadwalkan ujian yang harus dihadiri oleh orangtua.
Setelah ujian dan hasilnya dinyatakan lulus maka layak mengikuti wisuda.
BACA JUGA: Ini Wajah Calon Ketua OSIS SMPIT Mutiara Cendekia Lubuk Linggau
Selain itu, sebelum mengikuti Wisuda Tilawah Al-Qur’an ternyata juga ada tahapan yang dilalui siswa SDIT & SMPIT Mutiara Cendekia.
Mulai dari proses KBM TTQ 4 Kali pertemuan dalam satu pekan pembinaan Tahsin/Tilawah Metode Wafa, mulai dari Level 1 s.d Level 5, dilanjutkan ke Level 6 Bacaan Ghorib Teori dan contoh Bacaan Ayatnya, praktek keterampilan membaca Al-Qur’an juz 1&3, dilanjutkan ke Level 7 Teori Tajwid dan contohnya diperaktekkan dengan membaca Al-Qur’an Juz 3&4 sampai terampil.
Setelah selesai tahapan level 7 dan bacaan Al-Qur’an juz 4 peserta didik mengikuti karantina pramunaqosyah bersama koordinator TTQ. Setelah hasil pramunaqosyah dinyatakan lulus standar nilai ujian peserta didik didaftarkan ke Wafa Pusat untuk mengikuti Munaqosyah. Peserta didik diuji oleh Team Munaqis Wafa Pusat sampai dinyatakan lulus dan diterbitkan Surat Keputusan lulus serta Sertifikat Tilawah Al-Quran Metode Wafa dengan Kategori minimal Maqbul.







